Ahli Perbandingan Bahasa, Prof Dr Mahsun MS hadir di Universitas Samawa (UNSA). Kehadiran profesor tersebut untuk mengisi kuliah umum yang digelar di Auditorium UNSA, Jumat (18/3) sore tadi. Peserta dari kegiatan yang bertemakan “Politik Kebahasaan dan Strategi Menjemput Program LPDP KEMENDIKBUD (Ayo Sekolah)” ini adalah para mahasiswa dan dosen. Melalui kegiatan tersebut mahasiswa diharapkan dapat memahami betapa pentingnya bahasa sebagai pemersatu bangsa, sebab selama ini bahasa asli Indonesia mulai termakan bahasa asing.
Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd saat membuka kegiatan itu memperkenalkan siapa sosok Profesor Mahsun. Menurutnya Prof Mahsun adalah putra daerah asal Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Bahasa RI. Saat ini Profesor Mahsun yang bisa disebut “Pahlawan Bahasa Indonesia” ini sedang berjuang menyatukan Bahasa Indonesia di dunia. “Perjuangan ini harus dilakukan, karena Malaysia ingin Indonesia menggunakan Bahasa Melayu,” kata Prof Ude—sapaan populer Rektor UNSA.
Prof Mahsun merupakan pakar sejarah, filsafat maupun perbandingan budaya dan bahasa dunia. Riset-risetnya telah menumbuhkan teori-teori baru yang sekaligus membantah teori-teori lama yang dibuat asing khususnya tentang bahasa dan budaya. “Atas pengalaman dan kepakaran itulah Beliau diangkat menjadi Kepala Badan Pusat Bahasa Republik Indonesia sampai Tahun 2015,” beber Prof Ude.
Sementara itu Profesor Mahsun dalam kuliah umumnya menyampaikan kegelisahan terhadap Bangsa Indonesia yang bakal dijajah asing melalui bahasa. Menurutnya saat ini Indonesia memasuki perang generasi ke-4 atau ‘perang cuci otak’ melalui bahasa. Karenanya selaku ahli Bahasa Indonesia berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan NKRI melalui bahasa. “Sebab penjajahan yang nyata hari ini adalah penjajahan bahasa, hal ini tidak boleh kita biarkan,” tandasnya.
Untuk diketahui, kuliah umum yang disampaikan Prof Mahsun memberikan semangat baru khususnya bagi para dosen dan mahasiswa. Pasalnya yang disampaikannya adalah pengetahuan baru yang selama ini belum pernah didengar oleh siapapun. Bahkan menjadi semangat dalam membangkitkan patriotisme terhadap kecintaan NKRI termasuk di dalamnya Bahasa Indonesia.
©2025 Prof. Dr. Mahsun, M.S. All Rights Reserved